Langkah-langkah Pengembangan Media Pembelajaran

Media Pembelajaran Multimedia Interaktif

Newby (2000), menggambarkan proses pengembangan suatu instructional media berbasis multimedia dilakukan dalam 4 tahapan dasar, yaitu : 1) planning, berkaitan dengan perencanaan data media berdasarkan kurikulum dan tujuan instructional, 2) instructional design, perencanaan direlaisasikan dalam bentuk rancangan, 3) prototype, hasil rancangan kemudian diwujudkan dalam bentuk purwarupa dan 4) test, purwarupa yang dihasilkan kemudian diujicoba, ujicoba dilakukan untuk menguji reliabilitas, validitas dan objektifitas media.

Sesuai dengan model pengembangan yang digunakan, maka secara prosedural langkah-langkah pengembangan yang dilakukan untuk menghasilkan produk multimedia interaktif adalah sebagai berikut:

1)      Konsep (Concept)
Tahap konsep ini terdiri dari beberapa sub tahapan, yaitu: tahap analisis kebutuhan yang terdiri dari analisis proses pembelajaran  analisis karakteristik siswa, analisis materi dan tahap penentuan spesifikasi produk. Tahap analisis kebutuhan dimaksudkan untuk mendapatkan informasi tentang   masalah/hambatan/fenomena apa saja yang dihadapi di lapangan sehubungan dengan pembelajaran kimia. Tahap analisis karakteristik siswa dimaksudkan untuk mendapatkan informasi tentang kemampuan awal siswa terhadap komputer (literacy computer), tahap analisis materi dimaksudkan untuk memilih materi yang potensial untuk disampaikan dan dituangkan ke bentuk format multimedia untuk mencapai kompetensinya. Sedangkan pada tahap penentuan spesifikasi dimaksudkan untuk memberikan gambaran lengkap tentang karakteristik produk yang diharapkan dari kegiatan pengembangan. Karakteristik produk mencakup semua identitas penting yang dapat digunakan untuk membedakan satu produk dengan produk lainnya.

2)    Desain (Design)
Pada tahap design dibuat diagram alur (flowchart view) dan storyboard. Pembuatan flowchart view digunakan untuk menentukan link dari halaman satu ke halaman berikutnya sedangkan storyboard  untuk menggambarkan tampilan dari tiap scene. Tahap pembuatan flowchart view dan storyboard dapat dijelaskan sebagai berikut: 
a.    Pembuatan Flowchart View
     Flowchart view berguna untuk menentukan link dari halaman satu ke halaman berikutnya. Flawchart dibuat menggunakan program Microsoft Word dengan   hierarchiecal model dengan modifikasi seperlunya.
b.    Pembuatan Storyboard
Storyboard dapat dibuat dengan menggunakan program Powerpoint. Langkah-langkah pembuatan Storyboard dijelaskan sebagai berikut:
-          Halaman intro,  merupakan halaman yang pertama aktif ketika pengguna mulai membuka program ini. Halaman ini berisi logo, gambar  gedung sekolah sebagai background dan animasi teks. Untuk selanjutnya pengguna dapat mengklik tombol enter untuk masuk ke menu utama. 
-          Halaman menu utama, berisi informasi menu utama yang dapat digunakan oleh pengguna untuk mengakses informasi yang ada dalam program. Menu yang akan disajikan adalah menu home, petunjuk, kompetasi, materi, tokoh dan evaluasi.                
a.       Menu Home, pada menu ini pengguna dapat kembali ke tampilan awal.
b.      Menu petunjuk,  pada menu ini pengguna dapat memperoleh informasi bantuan yang berkaitan dengan penggunaan program.
c.       Menu materi, menu ini berisi tentang sub menu materi kimia
d.      Menu tokoh, menu yang berisi gambar serta riwayat singkat tokoh-tokoh kimia yang ada kaitannya dengan materi

3)    Pengumpulan Bahan (Material Collecting)
Pada tahap ini dilakukan pengumpulan bahan-bahan yang akan melengkapi sajian program.  Bahan-bahan yang diperlukan berupa animasi, gambar, grafik dan teks baik yang dibuat maupun bahan yang berasal dari  luar selanjutnya disimpan pada library yang ada pada program Macromedia Flash. 

4)    Pembuatan (Assembly)
Pada tahap ini merupakan tahap dimana seluruh objek multimedia digabungkan. Pembuatan didasarkan pada  flowchart view dan storyboard yang sudah dibuat pada tahap desain. Software yang digunakan adalah Macromedia Flash 8.

5)    Tes (Testing)
Pertama-tama testing akan dilakukan secara modular untuk memastikan apakah hasilnya seperti yang diinginkan. Setelah tahap pembuatan dan seluruh data sudah dimasukkan, dilakukan testing secara modular untuk memastikan apakah hasilnya seperti yang diinginkan. Suatu hal yang penting adalah program ini harus dapat berjalan baik di lingkungan pengguna (user) artinya user merasakan kemudahan serta manfaat dari program tersebut dan dapat menggunakan sendiri.  Setelah melalui tahap ini, maka didapat produk awal yang selanjutnya disebut prototipe pertama

6)    Tahap Evaluasi (Evaluation)
Evaluasi dilakukan untuk menghasilkan produk multimedia interaktif yang valid, praktis dan memiliki efek potensial terhadap hasil belajar. Evaluasi yang  dilakukan adalah   evaluasi formatif yang terdiri dari evaluasi ahli (expert review), evaluasi satu-satu (one-to-one), evaluasi kelompok kecil (small group), serta uji lapangan (field test).

Evaluasi ahli (expert review) dan evaluasi satu-satu (one-to-one), bertujuan untuk melihat validitas media.  Evaluasi oleh kelompok kecil (small group) bertujuan untuk melihat praktikalitas dan efek potensial. Uji lapangan (field test) bertujuan untuk melihat efek potensial media terhadap hasil belajar. 

sumber:
http://ft-unm.net/medtek/Jurnal_Medtek_Vol.2_No.1_April_2010/hasrulbakri.pdf

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kriteria Penilaian Pengembangan Media Pembelajaran

TEKNIK - TEKNIK PEMBELAJARAN

LKS SIFAT-SIFAT KOLOID