CERITA KIMIA
DIARY CUPRUM
Ku rasa malam ini malam yang kelabu..
Aku baru saja pulang setelah pergi mengunjungi kekasihku, Klorin.. dengan
langkah yang gontai aku pulang kerumahku Jl. Tabel Periodik Unsur, Blok IB No
29, di kampung Unsur Kimia. Angin malam kali ini menyapa diriku dengan sangat
tajam, semakin menambah perasaanku yang sedang tak nyaman..
Entah mengapa setelah pulang
berkencan tadi aku merasa sangat rendah diri. Klorin hari ini
membuatku sedih.. biasanya kami sangat mesra ketika kami bersama-sama sebagai
CuCl2 untuk mewarnai keramik dan gelas. Tetapi malam ini dia berbeda..
Masih teringat di pikiranku
perbincangan kami tadi.. Dengan muka dingin dia berkata bahwa dia malu
berpacaran denganku.. Dia berkata aku ini murahan, tidak seperti kakak-kakak ku
yang lain.. Aku tau, kakakku Au yang kerap ku panggil Mas begitu di puja semua
orang baik wanita ataupun pria dengan dinilai yang mahal.. Demikian pula kakak
kedua ku yaitu Ag, tak kalah terkenalnya dengan Au, ia juga menarik banyak
perhatian wanita.. Sedangkan aku si Cu, Cuprum nama lengkapku. Dari dulu
teman-teman lain menghina nama ku, kata mereka Cu itu singkatan dari CUPU alias
Culun Punya.....
Tiba-tiba diperjalanan aku
bertemu dengan Nikel yang satu kampung denganku.
“Hai Cu, darimana kamu
malam-malam begini? Aku panggil-panggil daritadi tapi kamu tidak jawab” kata
Nikel penuh tanya
“Eh kau ya Ni.. maaf aku
melamun” , jawabku sekedarnya
“Tidak apa-apa cu, kamu kenapa?
Kelihatan sedih gitu deh”, Nikel bertanya lagi..
Aku pikir mungkin lebih baik
aku curhat saja padanya daripada aku terus bersedih. Ku ceritakan lah semua
perbincanganku dengan Klorin tadi dan juga perkataan Klorin yang malu
berpacaran denganku.
“Apa??? Klorin berkata seperti
itu?? Benar-benar tega dia itu!”
“Mungkin dia benar Ni, aku memang
tidak sehebat saudaraku”
Aku pikir Nikel akan turut
membenarkan perkataan klorin, tapi ternyata......
“Kamu ini jangan berpikir bodoh
dong Cu! Kita semua ini berharga.. Semua orang dikampung kita berharga”
“Ah tidak Ni, penemuku saja aku
tidak tahu dan tidak ada yang tahu..”, elakku padanya
“Jangan pernah berpikir buruk
tentang dirimu.. Apakah kamu tidak tahu? Kamu sangat dibutuhkan oleh manusia.
Kamu sangat berharga, dari zaman dulu kamu sudahdigunakan untuk membuat
koin,senjata dan berbagai peralatan”
“Benarkah Ni?”, sedikit demi
sedikit hatiku membaik..
“Iya Cu, kamu sangat berharga.
Bayangkan bila kamu tidak ada, Kabel listrik akan kesulitan tanpamu. Kamu
memiliki sifat yang spesial yaitu konduktor panas dan listrik yang baik.Tidak
semua memiliki sifat yang spesial ini.. Sudahlah, tak usah kamu pikirkan
perkataan Klorin, masih banyak diluar sana yang mau sama kamu”
Sejenak aku merenungkan
kata-kata Nikel dan merenungkan kisah hidupku.........
“Kamu benar juga Nikel.. Aku
tak boleh merasa rendah diri.. Aku harus tetap semangat!” jawabku dengan senyum
mengembang
“Nah gitu donggg.. ini baru
namanya anak kampung unsur kimia, Kalau kamu tidak ada, bakalan sepi nih kampung kita”,
hibur Nikel.
Lalu kami dua pun tertawa
bersama.. Aku merasakan malam ini mulai hangat dan mendung dihatiku telah
berganti pelangi. Kulirik sekilas wajah Nikel, wajahnya putih keperak-perakan.
Sangat cantik pikirku..
Malam ini aku antarkan dia
pulang kerumahnya di Blok VIIIB No 28..
Tentang si Klorin? Aku tak
peduli lagi.. akan ku cari pasangan baru yang akan membuatnya cemburu, hahaha
:D
Say Good Bye for Klorin :p
Komentar
Posting Komentar